Posted on

Bumi Anbia Ku Diceroboh

Bumi Anbia ku diceroboh,
Hancur berkecai roboh,
Mengalir darah menjadi sungai,
Nyawa itu tiada harga tiada nilai,
Jasad kaku tiada rasa,
Tua muda “kau apa kira?”

Bumi Anbia ku diceroboh,
Hujan peluru berdentum bagai guruh,
Siang malam tiada bezanya,
Setiap saat menagih nyawa,
Hari ini engkau,
Esuk aku yang menjangkau

Bumi Anbia ku diceroboh,
Sakit ranap runtuh,
Gelap di hujung jalan,
Tak pasti adakah lagi masa depan,
Meletus segala macam api,
Yang indah itu hanyalah dalam mimpi

Posted from WordPress for Android

Advertisements

About shazran

Art lover, science and tech geek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s