Haluan

Rambut itu sama,
Kulit itu sama,
Pakaian itu sama,
Rumpun itu sama,
Tapi,
Mestikah hati dan akalnya juga sama?
Kenalkah kau akan Sayyidina Hamzah?
Dan adakah kau kenal siapa Abu Jahal?
Oh, sungguh,
Mereka berasal dari akar-umbi yang sama,
Tapi akal mereka,
Hati mereka,
Ada yang di syurga,
Dan ada pula yang di neraka,
Sama kah haluan mereka?
Tidak,
Itu satu noktah,
Dan satu ketentuan

Advertisements

KACAMATA USANG

Di balik kacamata usang itu,
Telah ternukilkan beribu cerita,
Sehingga terlayar jauh di minda,
“Cerita apa?” kau bertanya,
Cerita sang kehidupan,
Yang tak akan pernah berhenti,
Selagi nyawa dikandung badan,
Kecuali alam barzakh memanggil diri,
Itu saatnya cerita sang kehidupan terhenti,
Maka tinggallah si kacamata usang,
Berhabuk dan sepi

Bumi Anbia Ku Diceroboh

Bumi Anbia ku diceroboh,
Hancur berkecai roboh,
Mengalir darah menjadi sungai,
Nyawa itu tiada harga tiada nilai,
Jasad kaku tiada rasa,
Tua muda “kau apa kira?”

Bumi Anbia ku diceroboh,
Hujan peluru berdentum bagai guruh,
Siang malam tiada bezanya,
Setiap saat menagih nyawa,
Hari ini engkau,
Esuk aku yang menjangkau

Bumi Anbia ku diceroboh,
Sakit ranap runtuh,
Gelap di hujung jalan,
Tak pasti adakah lagi masa depan,
Meletus segala macam api,
Yang indah itu hanyalah dalam mimpi

Posted from WordPress for Android